
Hulu Sungai Utara, MTsN 1 HSU – Kegiatan upacara bendera yang digelar di halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (14/9/2026), diisi dengan amanat penuh makna dari Pembina Upacara, Siti Rahmah, S.Pd, yang juga menjabat sebagai guru mata pelajaran IPA di madrasah tersebut. Dalam amanatnya, Siti Rahmah mengangkat tema tentang kualitas diri dengan mengibaratkan proses pertumbuhan pohon hingga akhirnya memberi manfaat bagi makhluk hidup lain di sekitarnya.
Amanat bertema alam ini sengaja disampaikan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada seluruh peserta didik melalui pendekatan yang sederhana namun mudah dipahami dan direnungkan. Melalui perumpamaan pohon, Pembina Upacara ingin mengajak seluruh peserta didik untuk merefleksikan bahwa proses menjadi pribadi yang bermanfaat membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi, sebagaimana pohon yang tumbuh perlahan sebelum akhirnya berbuah dan memberi keteduhan.
Dengan disampaikannya amanat ini, diharapkan seluruh peserta didik MTsN 1 HSU dapat termotivasi untuk terus mengembangkan potensi diri bukan semata untuk kepentingan pribadi, melainkan agar kelak dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang nyata bagi lingkungan, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Dalam amanatnya, Siti Rahmah menyampaikan pesan yang cukup menyentuh para peserta upacara.
“Lihatlah pohon: sabar menghadapi panas, hujan, angin, hingga berbuah manis yang bermanfaat bagi semua. Begitulah kita — nilai seseorang bukan dari seberapa banyak kelebihan atau harta, melainkan seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada orang lain. Sukses sejati bukan yang paling kaya atau paling banyak prestasi, melainkan yang menyebarkan kebaikan. Jangan tanya apa yang aku dapatkan hari ini, tanyakanlah: apa manfaat yang telah aku berikan kepada sesama?” ujar Siti Rahmah dalam amanatnya.
Salah satu peserta didik kelas IX A, Wafiqa Syalma, mengaku amanat yang disampaikan cukup membekas dan memberikan motivasi tersendiri baginya. Ia mengatakan bahwa perumpamaan pohon yang disampaikan Pembina Upacara membuatnya lebih memahami arti penting menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
“Amanatnya bagus sekali dan mudah dipahami. Jadi ingat kalau kita tidak boleh cuma mikirin diri sendiri, tapi harus berusaha bermanfaat buat orang lain juga, seperti pohon yang diceritakan tadi. Ini jadi pengingat buat saya supaya lebih semangat belajar dan berbuat baik,” ungkap Wafiqa.
Melalui amanat yang disampaikan, Kepala MTsN 1 HSU, Mujiburrahman, S.Ag.,M.Pd., turut berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam upacara dapat terus diinternalisasi oleh seluruh warga madrasah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membentuk karakter yang unggul dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (Rep/Ft: Masitah)
