
Amuntai – MTsN 1 HSU. Dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-60 MTsN 1 Hulu Sungai Utara, selain menggelar turnamen futsal dan Kompetisi Sang Juara (KSJ), madrasah ini menggelar bazar jajanan anak sekolah selama lima hari perlombaan dan saat jalan sehat. Kegiatan yang berlangsung bersamaan ini bertujuan melatih jiwa kewirausahaan siswa sejak dini, Senin (12/1/2026).
Bazar dikelola langsung oleh siswa-siswi kelas VII, VIII , dan IX bersama wali kelas masing-masing. Selama pelaksanaan turnamen futsal KSJ, hingga jalan samtai dari Senin hingga Kamis, 12-15 Januari 2026 dan Minggu tanggal 18 Januari 2026 saat puncak acara, siswa kelas VII, VIII, dan IX secara bergiliran menjual beragam jajanan dengan harga terjangkau. Seluruh keuntungan dari penjualan diserahkan sepenuhnya kepada kelas yang bersangkutan untuk dipergunakan sesuai kebutuhan kelas.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hernayati, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan bazar yang berada di halaman depan ruang kantor guru ini merupakan media pembelajaran praktik berwirausaha dan pengelolaan keuangan bagi siswa. “Mulai dari menyiapkan modal, belanja barang, promosi, penjualan, transaksi jual beli, hingga menghitung keuntungan harian. Semua kami serahkan kepada kelas masing-masing bersama wali kelas. Semoga jiwa kewirausahaan anak-anak kami terbangun dan terasah melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Herna menambahkan, kegiatan ini adalah kali kedua diadakan di madrasah dan kembali diadakan tahun ini sebagai momentum perayaan Harlah ke-60 dan besarnya manfaat yang diterima siswa dari kegiatan tersebut, “tahun lalu pun juga sukses, oleh karenanya tahun ini diadakan kembali, siswa dari SD/MI yang ikut lomba adalah target konsumen utama selain para warga MTsN 1 HSU yang antusias luar biasa sejak hari pertama bazaar,” ungkapnya.
Beragam produk ditawarkan dalam bazar tersebut, mulai dari minuman dingin seperti jus, cincau, dan es kuwit, hingga jajanan seperti martabak mini, bakaran, risol, tahu tempe bacem, martabak mini, dan pisang coklat dan pisang aroma yang diolah dan dimasak sendiri oleh para siswa.
Maesyarah, siswi kelas VII D, mengaku mendapat banyak ilmu dan pengalaman berharga. “Ternyata menjadi pengusaha itu tidak mudah. Banyak sekali yang harus disiapkan sebelum berjualan dan lebih banyak lagi yang harus dikerjakan saat berjualan. Tapi asyik dan ramai karena pembelinya banyak sekali dan meraih untung yang banyak,” pungkasnya. (Rep:/ Ft: Masitah)
