
Amuntai –MTsN 1 HSU — Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) pada Kamis (05/3/2026). Di bawah langit Ramadhan yang sejuk, madrasah menggelar Kuliah Ramadhan dengan menghadirkan ulama kharismatik asal Sekumpul Martapura, K.H. Annor Hidayatullah, yang menyampaikan tausiyah bertema pentingnya adab dan ilmu dalam kehidupan seorang muslim.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman madrasah, tepat di depan pendopo, ini dihadiri oleh seluruh siswa serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) MTsN 1 HSU. Antusiasme warga sekitar pun tak terbendung — warga masyarakat dan para siswa-siswi SD/MI terdekat turut memadati lokasi acara, menjadikan Kuliah Ramadhan ini bukan sekadar kegiatan internal madrasah, melainkan syiar keagamaan yang menyentuh lapisan masyarakat luas.
Dalam tausiyahnya, K.H. Annor Hidayatullah menekankan bahwa adab adalah fondasi yang harus dibangun sebelum ilmu diraih. Beliau mengingatkan seluruh hadirin bahwa ilmu tanpa adab ibarat pohon tanpa akar — mudah roboh dan tak memberi manfaat sejati. “Ulama-ulama terdahulu kita belajar adab bertahun-tahun sebelum mereka belajar ilmu. Karena ilmu yang tidak disertai adab hanya akan melahirkan kesombongan, bukan keberkahan,” tegas K.H. Annor di hadapan ratusan peserta yang menyimak dengan seksama.
Pesan tersebut disambut dengan keheningan penuh penghayatan. Banyak siswa terlihat mencatat poin-poin penting, sementara para guru dan tenaga kependidikan mendengarkan dengan penuh perhatian. Kepala MTsN 1 HSU, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan bahwa Kuliah Ramadhan ini sengaja dirancang sebagai bagian dari program pembinaan karakter siswa yang dipadukan dengan momentum bulan suci. Menurutnya, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai spiritual sekaligus memperkuat budaya madrasah yang berakhlak mulia. “Kami ingin siswa-siswi kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki adab yang luhur. Kehadiran ulama seperti K.H. Annor adalah berkah luar biasa bagi kami. Beliau bukan hanya mengajarkan ilmu, beliau menghidupkan teladan,” ujar Mujiburrahman.
Kehadiran warga sekitar dan siswa-siswi dari SD/MI terdekat menjadi penanda bahwa MTsN 1 HSU tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat pengembangan nilai keislaman bagi komunitas sekitarnya. Halaman madrasah yang terbuka untuk umum pada hari itu mencerminkan semangat madrasah sebagai rumah ilmu yang merangkul semua kalangan.
Kuliah Ramadhan ini diharapkan mampu meninggalkan bekas yang mendalam di hati para siswa — bukan sekadar ceramah yang berlalu, tetapi nilai yang terus hidup dalam keseharian mereka, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah keluarga dan masyarakat. (Rep/Ft: Masitah)
