Semangat Ramadhan Berlanjut, Siswa MTsN 1 HSU Giatkan Setoran Hafalan Al-Qur'an

Amuntai— MTsN 1 HSU — Suasana pembelajaran di MTsN 1 Hulu Sungai Utara (HSU) terasa lebih semarak pascalibur Ramadhan. Para siswa dari berbagai jenjang kelas — mulai kelas VII, VIII, hingga IX — tampak antusias mengikuti kegiatan setoran hafalan Al-Qur’an dalam mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Tahfizh, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan setoran hafalan ini berlangsung di ruang kelas masing-masing di bawah bimbingan tiga guru Tahfizh madrasah, yakni Abd. Basid, S.Pd.I., Rahmita, S.Ag., dan Mulawati, S.Ag. Semangat para siswa yang terpupuk selama bulan Ramadhan dinilai menjadi pendorong utama meningkatnya motivasi menghafal usai libur panjang.

Momentum Ramadhan memang dikenal sebagai bulan Al-Qur’an, di mana umat Islam didorong untuk memperbanyak tilawah dan hafalan. Hal itulah yang kemudian terbawa hingga kembali ke bangku sekolah. Para siswa memanfaatkan semangat tersebut dengan aktif menyetorkan hafalan mereka kepada guru pembina masing-masing, sebagai bentuk kesinambungan ibadah dalam lingkungan pendidikan.

Abd. Basid, S.Pd.I., salah satu guru pembina Tahfizh, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme yang ditunjukkan para siswa. “Alhamdulillah, setelah Ramadhan semangat anak-anak justru semakin tinggi. Banyak yang datang langsung ingin setor hafalan baru. Ini yang kami harapkan — Ramadhan bukan akhir, tapi jadi titik awal untuk terus mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.

Semangat itu nyata terlihat pada diri Norlina Asyifa, siswi kelas IX A yang telah berhasil menyetorkan hafalan hingga Surah ‘Abasa. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dan kesungguhan selama Ramadhan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. “Selama Ramadhan kemarin saya berusaha terus menambah hafalan di rumah. Rasanya senang sekali bisa setor lagi hari ini dan semoga bisa terus lanjut sampai juz 30 selesai,” tutur Norlina dengan penuh semangat.

Melalui program Mulok Tahfizh yang berjalan rutin ini, MTsN 1 HSU berharap dapat mencetak generasi Qurani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. Para guru pembina optimistis, dengan semangat pasca Ramadhan yang terjaga, target hafalan setiap siswa hingga akhir tahun ajaran dapat tercapai dengan baik. (Rep/Ft: Masitah)