
Amuntai, MTsN 1 HSU — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menunjukkan perannya sebagai mitra strategis lembaga pendidikan tinggi di daerah. Sebanyak empat mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rakha Amuntai dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester 6 menyambangi MTsN 1 HSU untuk melaksanakan kegiatan konsultasi modul ajar dalam rangka Mata Kuliah Pra Praktek Mengajar atau Micro Teaching, yang berlangsung mulai 9 April hingga 17 April 2026. Jumat (9/4/2026)
Keempat mahasiswa tersebut adalah Rahmi, Raudatul Zuhra, Revalina Azzahra, dan Siti Nafisah. Kehadiran mereka di MTsN 1 HSU merupakan bagian dari tahapan penting dalam mata kuliah Micro Teaching, di mana mahasiswa diwajibkan menyusun dan mengkonsultasikan modul ajar kepada guru pamong yang telah ditunjuk sebelum terjun langsung melaksanakan praktik mengajar. Proses konsultasi ini bertujuan memastikan bahwa modul ajar yang disusun mahasiswa telah memenuhi standar pedagogis yang baik, sesuai dengan kurikulum yang berlaku, serta relevan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di tingkat madrasah tsanawiyah.
Untuk mendampingi keempat mahasiswa tersebut, MTsN 1 HSU menunjuk empat guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berpengalaman sebagai guru pamong, yakni H. Mujiburrahman,S.Ag.,M.Pd, Hj. Fitri Hidayah, S.Ag., Drs. H. Abd. Aziz, dan Darmawati, S.Ag. Masing-masing mahasiswa mendapatkan pendampingan dari seorang guru pamong yang akan membimbing, mengevaluasi, dan memberikan masukan konstruktif terhadap modul ajar yang telah disusun.
Salah satu guru pamong, Hj. Fitri Hidayah, S.Ag., mengungkapkan antusiasmenya dalam mendampingi para mahasiswa calon pendidik tersebut.
“Kami sangat senang bisa berperan dalam proses pembentukan calon-calon guru PAI yang berkualitas. Konsultasi modul ajar ini adalah tahap yang sangat penting karena di sinilah mahasiswa belajar menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur dan terarah. Kami berusaha memberikan bimbingan sebaik mungkin agar mereka benar-benar siap ketika nanti terjun mengajar di kelas,” ujar Hj. Fitri Hidayah.
Salah satu mahasiswa, Revalina Azzahra, menyampaikan kesan dan harapannya selama mengikuti kegiatan konsultasi di MTsN 1 HSU.
“Kegiatan konsultasi ini sangat bermanfaat bagi kami. Banyak masukan berharga yang kami dapatkan dari para guru pamong yang sudah sangat berpengalaman. Kami jadi lebih memahami bagaimana menyusun modul ajar yang baik dan bagaimana menyesuaikan materi dengan kondisi siswa yang sebenarnya di lapangan. Ini bekal yang sangat berharga sebelum kami benar-benar mengajar,” ujar Revalina dengan penuh semangat.
Kepala MTsN 1 HSU, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menyambut baik kerja sama antara MTsN 1 HSU dan STAI Rakha Amuntai dalam kegiatan ini.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa calon guru untuk belajar dan berkonsultasi di madrasah kami. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam ikut serta mencetak generasi pendidik yang kompeten dan berakhlak mulia. Kami berharap pengalaman yang didapat selama konsultasi di MTsN 1 HSU ini dapat menjadi bekal yang berharga bagi para mahasiswa dalam perjalanan mereka menjadi pendidik profesional di masa depan,” ujar Mujiburrahman.
Melalui kegiatan konsultasi modul ajar ini, MTsN 1 HSU sekali lagi mempertegas perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan bagi siswa, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi calon-calon pendidik masa depan. Kolaborasi yang terjalin antara MTsN 1 HSU dan STAI Rakha Amuntai diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang saling menguntungkan bagi kedua lembaga, khususnya dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Rep/Ft: Masitah)
