
AMUNTAI, MTsN 1 HSU — Setelah menuntaskan rangkaian konsultasi modul ajar bersama guru pamong masing-masing, empat mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rakha Amuntai kembali hadir di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) untuk melaksanakan tahap berikutnya dalam program Micro Teaching mereka, yakni observasi kelas, Kamis (16/4/2026). Pada tahap ini, keempat mahasiswa berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana guru pamong mereka mengajar di hadapan siswa yang sesungguhnya di dalam kelas.
Observasi kelas merupakan tahapan lanjutan yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan Pra Praktek Mengajar atau Micro Teaching. Setelah sepekan sebelumnya berfokus pada penyusunan dan konsultasi modul ajar, para mahasiswa kini beralih dari ruang diskusi ke ruang kelas yang nyata. Mereka mengamati secara langsung bagaimana modul ajar yang telah mereka susun dan konsultasikan bersama guru pamong diwujudkan menjadi proses belajar mengajar yang hidup, interaktif, dan penuh dinamika di depan para siswa MTsN 1 HSU.
Keempat mahasiswa tersebut, yakni Rahmi, Raudatul Zuhra, Revalina Azzahra, dan Siti Nafisah, masing-masing mengikuti sesi mengajar guru pamong mereka secara bergantian. Guru pamong yang terlibat dalam sesi observasi ini adalah Hj. Fitri Hidayah, S.Ag., Drs. H. Abd. Aziz, dan Darmawati, S.Ag. Selama sesi berlangsung, para mahasiswa duduk di dalam kelas sebagai pengamat, mencatat setiap detail mulai dari cara guru membuka pelajaran, menyampaikan materi, mengelola kelas, berinteraksi dengan siswa, hingga menutup sesi pembelajaran.
Salah satu guru pamong, Drs. H. Abd. Aziz, menilai bahwa observasi kelas adalah jembatan penting antara teori dan praktik bagi para calon pendidik.
“Mahasiswa bisa membaca puluhan buku tentang cara mengajar, tetapi melihat langsung prosesnya di dalam kelas adalah pengalaman yang sama sekali berbeda. Di sinilah mereka mulai memahami bahwa mengajar bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga soal membaca situasi kelas, merespons kebutuhan siswa, dan menjaga ritme pembelajaran agar tetap kondusif dan menyenangkan,” ujar Drs. H. Abd. Aziz.
Raudatul Zuhra, salah satu mahasiswa yang mengikuti observasi, mengaku banyak hal baru yang ia temukan selama menyaksikan langsung proses pembelajaran di kelas.
“Pengalaman observasi hari ini benar-benar membuka wawasan saya. Ada banyak hal kecil yang ternyata sangat berpengaruh dalam proses mengajar dan tidak bisa dipelajari hanya dari teori. Melihat bagaimana guru pamong mengelola kelas, berinteraksi dengan siswa, dan menerapkan modul ajar yang sudah kami pelajari bersama memberikan gambaran nyata tentang apa yang harus kami persiapkan saat giliran kami mengajar nanti,” ujar Raudatul Zuhra.
Kepala MTsN 1 HSU, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menyatakan bahwa keterlibatan madrasah dalam setiap tahapan program Micro Teaching ini merupakan bentuk nyata kontribusi MTsN 1 HSU dalam pembinaan calon tenaga pendidik yang profesional dan berkarakter.
“Dari konsultasi modul hingga observasi kelas, kami berupaya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi para mahasiswa. Kami ingin mereka tidak hanya memahami teori mengajar, tetapi juga merasakan langsung atmosfer kelas yang sesungguhnya. Semoga apa yang mereka saksikan dan pelajari di MTsN 1 HSU ini menjadi bekal yang kuat dalam perjalanan mereka menjadi pendidik yang amanah dan berdedikasi,” ujar Mujiburrahman.
Dengan rampungnya tahap observasi kelas ini, para mahasiswa STAI Rakha Amuntai kini telah mengantongi pengalaman berharga yang melengkapi persiapan mereka sebelum terjun langsung ke hadapan siswa dalam praktik mengajar sesungguhnya. Kolaborasi yang hangat dan produktif antara MTsN 1 HSU dan STAI Rakha Amuntai ini diharapkan terus terjalin erat demi mewujudkan generasi pendidik agama Islam yang unggul, kompeten, dan siap mengabdi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Rep/Ft: Masitah)
