
Amuntai — MTsN 1 HSU — Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an mengalun khidmat memenuhi pendopo Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) pada Senin (18/5/2026). Sebanyak 93 siswa kelas IX menggelar khataman Al-Qur’an bersama lima wali kelas serta dua guru pembina tahfizh, yakni Abd. Basid, S.Pd.I dan Hj. Rahmita, S.Ag. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian pra perpisahan yang sarat makna, sehari sebelum acara perpisahan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).
Khataman Al-Qur’an ini bukan sekadar ritual penutup masa studi. Kegiatan tersebut sengaja dirancang sebagai momen syukur kolektif atas segala nikmat ilmu dan pengalaman yang telah dilalui para siswa selama tiga tahun menimba ilmu di MTsN 1 HSU. Di saat yang sama, tradisi khataman ini menjadi pengingat bahwa fondasi terkuat yang dapat dibawa para siswa dalam melanjutkan perjalanan hidup mereka adalah kedekatan dengan kitab suci Al-Qur’an. Dengan menggelar khataman sehari sebelum perpisahan, madrasah ingin memastikan bahwa langkah terakhir para siswa di lingkungan MTsN 1 HSU ditandai oleh nilai-nilai spiritual, bukan sekadar seremoni perpisahan semata.
Guru pembina tahfizh, Abd. Basid, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang melampaui sekadar rutinitas. “Kami ingin para siswa meninggalkan madrasah ini dengan membawa Al-Qur’an di hati mereka, bukan hanya di ingatan. Khataman ini adalah doa kami untuk mereka, agar ke mana pun mereka melangkah, Al-Qur’an selalu menjadi pedoman dan cahaya dalam kehidupan mereka,” tutur Basid dengan suara penuh ketulusan.
Salah satu siswa yang turut memberi warna istimewa dalam kegiatan ini adalah Muhammad Luthfi, yang telah berhasil menghafal sebanyak dua juz Al-Qur’an selama masa studinya di MTsN 1 HSU. Bagi Luthfi, momen khataman ini terasa begitu istimewa dan membekas dalam. “Rasanya campur aduk, senang sekaligus sedih. Senang karena bisa mengkhatamkan Al-Qur’an bersama teman-teman dan bapak ibu guru yang selama ini membimbing kami, tapi sedih juga karena besok sudah perpisahan. Saya harap hafalan yang saya miliki bisa terus saya jaga dan saya tambah ke depannya,” ungkap Luthfi dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Madrasah, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan khataman Al-Qur’an ini merupakan cerminan dari visi madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual. “Kami berharap momen khataman ini menjadi bekal ruhani terbaik yang dibawa anak-anak kami ke jenjang berikutnya. Mereka telah menyelesaikan satu babak perjalanan dengan baik, dan kami mendoakan agar babak berikutnya lebih gemilang. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sepanjang hidup kalian,” pesan Mujiburrahman di hadapan seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diwarnai suasana haru yang tak terhindarkan. Beberapa siswa dan wali kelas tampak tak kuasa menahan air mata saat doa penutup dipanjatkan bersama-sama. Khataman Al-Qur’an ini sekaligus menjadi pengingat bahwa selama tiga tahun, MTsN 1 HSU tidak hanya mendidik akal, tetapi juga mengolah hati. Madrasah berharap semangat mencintai Al-Qur’an yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dan berkembang dalam diri setiap alumni, ke mana pun mereka melanjutkan pendidikan dan mengarungi kehidupan. (Rep/Ft: Masitah)
