Ujian Praktik PJOK Dimulai, Siswa Kelas VII MTsN 1 HSU Adu Stamina di Lapangan lewat Multi Stage Fitness Test

Amuntai, MTsN 1 HSU — Suasana lapangan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) tampak semarak pada Selasa (9/6/2026). Seluruh siswa kelas VII turun ke lapangan untuk mengikuti ujian praktik mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan materi Multi Stage Fitness Test atau tes lari multi tahap, sebuah tes kebugaran jasmani yang mengukur kapasitas daya tahan aerobik siswa melalui lari bolak-balik dari level terendah hingga level tertinggi yang mampu mereka capai.

Multi Stage Fitness Test dipilih sebagai materi ujian praktik karena dinilai mampu mengukur secara objektif tingkat kebugaran dan daya tahan fisik siswa secara menyeluruh. Dalam tes ini, siswa berlari bolak-balik di lintasan sepanjang 20 meter mengikuti irama bunyi yang semakin lama semakin cepat seiring naiknya level. Semakin tinggi level yang dicapai seorang siswa, semakin baik pula kapasitas kebugaran aerobiknya. Ujian praktik ini menjadi salah satu komponen penilaian akhir semester yang mencerminkan capaian kompetensi fisik siswa secara nyata, bukan sekadar penguasaan teori di dalam kelas.

Guru PJOK MTsN 1 HSU, Aspandi Irawan, S.Pd., menjelaskan bahwa ujian praktik ini dirancang untuk mendorong siswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang prima sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa yang sehat dan berprestasi.

Multi Stage Fitness Test ini adalah cara kami mengukur secara langsung sejauh mana kondisi fisik dan daya tahan tubuh siswa setelah satu tahun mengikuti pembelajaran PJOK. Kami ingin siswa menyadari bahwa kesehatan fisik sama pentingnya dengan prestasi akademik. Harapan kami, melalui ujian ini siswa terpacu untuk menjaga kebugaran tubuhnya tidak hanya saat ujian, tetapi sebagai gaya hidup sehari-hari,” ujar Aspandi Irawan.

Di antara seluruh peserta ujian, salah satu siswa kelas VII C, Muhammad Ihsan, berhasil mencuri perhatian dengan capaian yang menonjol. Ihsan mampu bertahan hingga level 13, sebuah pencapaian yang menunjukkan tingkat kebugaran aerobik yang sangat baik untuk usianya. Ihsan pun mengungkapkan pengalaman dan semangatnya usai menuntaskan tes tersebut.

“Saya sudah latihan berlari sebelum ujian ini supaya bisa bertahan lebih lama. Memang terasa berat di level-level akhir karena irama bunyinya semakin cepat dan napas mulai terengah-engah, tapi saya terus memotivasi diri sendiri untuk tidak berhenti. Senang rasanya bisa sampai level 13 dan semoga hasil ini bisa memberikan nilai yang baik untuk saya,” ujar Muhammad Ihsan dengan wajah sumringah meski masih terlihat kelelahan.

Pelaksanaan ujian praktik PJOK ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Para siswa antusias menjalani setiap level dengan dukungan teman-teman sekelas yang turut menyemangati dari pinggir lapangan. Melalui ujian praktik ini, MTsN 1 HSU berharap seluruh siswa kelas VII tidak hanya meraih nilai yang baik, tetapi juga semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani sebagai fondasi dalam menjalani aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari. (Rep/Ft: Masitah)