Waspada Asap Karhutla, MTsN 1 HSU Himbau Murid Gunakan Masker dan Ubah Jadwal Belajar

Hulu Sungai Utara_MTsN 1 HSU— Menyikapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengganggu kualitas udara di wilayah Hulu Sungai Utara, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) mengambil sejumlah langkah antisipasi demi menjaga kesehatan warga madrasah. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada hari Senin (31/8/2026).

Dalam kebijakan tersebut, seluruh murid MTsN 1 HSU diimbau untuk menggunakan masker selama berada di lingkungan madrasah maupun saat proses belajar mengajar berlangsung. Selain itu, seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) juga telah menyepakati kebijakan penyesuaian jam masuk sekolah, dari yang semula lebih pagi, menjadi pukul 08.30 WITA selama kondisi kabut asap karhutla masih berlangsung.

Tidak hanya itu, madrasah juga menetapkan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran hanya boleh dilaksanakan di dalam ruang kelas selama masa kabut asap karhutla berlangsung. Kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas lain yang biasa dilakukan di luar ruangan, seperti di lapangan atau area terbuka madrasah, untuk sementara waktu ditiadakan guna menghindari paparan langsung murid terhadap udara yang bercampur asap.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap dampak buruk asap karhutla terhadap kesehatan pernapasan, khususnya bagi murid yang rentan terpapar polusi udara pada pagi hari saat kabut biasanya masih pekat. Penyesuaian jam masuk juga dimaksudkan untuk memberi waktu bagi kondisi udara membaik sebelum aktivitas belajar di luar maupun dalam kelas dimulai.

Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Sarana Prasarana, yang turut mewakili Kepala Madrasah MTsN 1 HSU, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan langkah preventif yang diambil demi mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh warga madrasah di tengah kondisi kabut asap yang belum menentu.

“Kami mengambil kebijakan ini bukan tanpa alasan, kesehatan murid dan seluruh warga madrasah adalah prioritas utama kami. Selama kondisi asap karhutla masih terjadi, kami mengimbau seluruh murid untuk disiplin menggunakan masker, dan kami juga menyesuaikan jam masuk menjadi pukul 08.30 agar murid tidak terpapar udara yang lebih pekat pada pagi hari,” ujar Wakamad Sarana Prasarana mewakili Pak Mujibur.

Ia menambahkan bahwa pihak madrasah akan terus memantau perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu, dan kebijakan ini bersifat sementara sampai kondisi kabut asap dinyatakan membaik oleh pihak berwenang.

“Kami berharap kebijakan ini bisa meminimalisir risiko gangguan kesehatan, terutama gangguan pernapasan, pada murid selama masa kabut asap. Jika kondisi sudah kembali normal, jam belajar akan disesuaikan kembali seperti semula,” lanjutnya.

Pihak madrasah juga mengimbau kepada orang tua dan wali murid untuk turut mendukung kebijakan ini dengan memastikan anak-anaknya membawa masker dari rumah serta memperhatikan kondisi kesehatan murid selama masa kabut asap berlangsung. Dengan langkah antisipatif ini, MTsN 1 HSU berharap seluruh proses belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan aman dan nyaman tanpa mengabaikan aspek kesehatan warga madrasah. (Rep/Ft: Masitah)