MTsN 1 HSU Gelar Upacara Bendera, Pembina Sampaikan Amanat Inspiratif tentang Tradisi Kepulauan Solomon

Amuntai –MTsN 1 HSU – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar upacara bendera rutin pada Senin pagi (8/9/2025) di lapangan madrasah. Upacara diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf MTsN 1 HSU. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Masitah, S.Pd, seorang guru yang dikenal inspiratif di kalangan siswa.

Dalam amanatnya, Masitah mengangkat sebuah tradisi unik dari Kepulauan Solomon, yaitu meneriaki pohon. Tradisi ini dilakukan ketika ada pohon yang terlalu besar dan sulit ditebang. Alih-alih menggunakan kapak atau gergaji, masyarakat setempat akan berkumpul dan meneriaki pohon tersebut setiap hari. Secara ajaib, pohon itu akan layu dan mati dengan sendirinya.

Masitah mengibaratkan para siswa sebagai pohon-pohon muda yang sedang tumbuh dan berkembang. “Kalian adalah pohon-pohon muda yang memiliki potensi besar. Namun, terkadang ada ‘teriakan-teriakan’ negatif dari luar maupun dari dalam diri sendiri yang dapat menghambat pertumbuhan kalian,” ujarnya. “Teriakan-teriakan itu bisa berupa rasa malas, kurang percaya diri, pengaruh buruk teman sebaya, atau bahkan perkataan negatif dari orang lain.”

Masitah menekankan pentingnya menumbuhkan kekuatan dari dalam diri untuk menghadapi “teriakan-teriakan” tersebut. “Kalian harus memiliki akar yang kuat berupa keyakinan pada diri sendiri, rajin belajar, dan selalu berbuat baik. Dengan begitu, kalian akan mampu menghadapi segala tantangan dan tumbuh menjadi pohon yang kuat dan bermanfaat bagi sesama,” tegasnya.

Masitah juga berpesan, “Jadilah pohon yang kuat, mudah beradaptasi dengan lingkungan, dan mampu memberi manfaat bagi makhluk lainnya. Ibu tunggu di tahun 2026 mendatang, siapa diantara kalian yang mampu menjadi pohon yang lebih besar dengan perkembangan yang luar biasa.” Pesan ini disambut dengan antusias oleh para siswa, yang tampak termotivasi untuk menjadi lebih baik.

Upacara bendera berjalan dengan khidmat dan lancar. Amanat yang disampaikan oleh Masitah memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh peserta upacara untuk terus menjadi siswa-siswi kuat, berprestasi, dan mampu menghadapi segala tantangan. (Rep/Ft: Masitah)