Kepala MTsN 1 HSU Beri Sanksi Siswa Tidak Serius Upacara dengan Menyanyi di Depan Tiang Bendera

Amuntai –MTsN 1 HSU – Kepala MTsN 1 HSU, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., memberikan sanksi kepada sejumlah siswa yang kedapatan tidak serius saat pelaksanaan upacara bendera pada Senin pagi (1/9/2025) di halaman madrasah. Sanksi tersebut berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama di depan tiang bendera.

Mujiburrahman menjelaskan bahwa tindakan ini diambil sebagai bentuk pembinaan karakter dan penanaman rasa nasionalisme kepada para siswa. “Upacara bendera adalah momen penting untuk menghormati jasa para pahlawan dan menumbuhkan semangat kebangsaan. Kami sangat menyayangkan masih ada siswa yang tidak menghayati momen ini,” ujarnya.

Kejadian bermula saat upacara bendera berlangsung, beberapa siswa terlihat bercanda, mengobrol, dan tidak mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. Setelah upacara selesai, Mujiburrahman memanggil delapan siswa tersebut dan memberikan pengarahan. Sebagai bentuk sanksi yang mendidik, siswa-siswa tersebut diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan tiang bendera.

Setelah hormat dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan tiang bendera, masing-masing siswa diminta memberikan satu alasan mengapa siswa harus serius dan khidmat saat pelaksanaan upacara bendera. Alasan-alasan tersebut meliputi: menghormati jasa pahlawan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, melatih kedisiplinan, meningkatkan semangat kebersamaan, menghargai simbol negara, mengenang sejarah bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta sebagai wujud syukur atas kemerdekaan.

Muhammad Amin, siswa kelas VIII C yang termasuk dalam kelompok tersebut, menuturkan, “Saya sangat menyesal telah bercanda saat upacara. Ini adalah pelajaran berharga bagi kami untuk lebih menghargai upacara bendera dan khidmat dalam mengikutinya.”

“Saya berharap dengan sanksi ini, siswa-siswa tersebut dapat lebih menghargai upacara bendera dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ini bukan hukuman, tapi lebih kepada pembinaan,” tambah Mujiburrahman.

Setelah memberikan alasan, para siswa tersebut tampak menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka. Beberapa siswa bahkan mengungkapkan bahwa mereka merasa malu dan lebih memahami makna dari upacara bendera.

Tindakan yang diambil oleh Kepala MTsN 1 HSU ini mendapat apresiasi dari para guru dan staf madrasah. Mereka berharap, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh siswa untuk selalu bersikap khidmat dan menghargai setiap kegiatan yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan. (Rep/Ft: Masitah)