
Amuntai –MTsN 1 HSU – Pembina upacara bendera Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU), Hj. Elya Sukaisih, S.Pd., menyampaikan amanat tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam upacara bendera rutin yang digelar di lapangan madrasah, Senin (17/11/2025). Kegiatan yang diikuti seluruh pendidik, tenaga kependidikan (PTK), dan siswa-siswi MTsN 1 HSU kelas VII , VIII, dan IX ini bertujuan membangun karakter siswa melalui pembiasaan positif sejak dini.
Dalam amanatnya, Hj. Elya Sukaisih menjelaskan secara rinci tujuh kebiasaan yang perlu ditanamkan untuk membentuk generasi Indonesia yang unggul dan berkarakter. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, berolahraga, sarapan sehat, belajar dengan baik, beribadah tepat waktu, membantu orang tua, dan istirahat yang cukup.
“Tujuh kebiasaan ini merupakan program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai bagian dari penguatan karakter Pelajar Pancasila. Program ini dirancang khusus untuk membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” jelas Hj. Elya Sukaisih saat memberikan penjelasan mengenai latar belakang program tersebut.
Pembina upacara menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan kebiasaan positif tersebut. Ia mengingatkan bahwa setiap kebiasaan memiliki manfaat besar bagi perkembangan fisik, mental, dan spiritual siswa. Bangun pagi akan memberikan waktu lebih untuk mempersiapkan diri, berolahraga menjaga kesehatan tubuh, sarapan sehat memberikan energi untuk belajar, belajar dengan baik meningkatkan prestasi, beribadah tepat waktu mendekatkan diri kepada Tuhan, membantu orang tua melatih rasa tanggung jawab, dan istirahat cukup memulihkan tenaga.
“Anak Indonesia yang hebat adalah anak yang mampu menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-harinya. Tujuh kebiasaan ini bukan sekadar pengetahuan, tetapi harus menjadi sikap dan perilaku nyata yang kalian praktikkan setiap hari,” ujar Hj. Elya Sukaisih dengan tegas di hadapan ratusan siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Elya juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kebiasaan buruk sebagian siswa yang masih sering dijumpai. “Saya selaku salah satu wali kelas sering laporan bahwa masih banyak siswa kita yang sering bergadang, main handphone hingga larut malam, sehingga bangun kesiangan dan terburu-buru ke madrasah. Padahal, waktu malam seharusnya digunakan untuk istirahat, belajar, dan membaca Alquran. Sangat disayangkan jika waktu berharga itu justru dihabiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, terlebih lagi tinggal seminggu lagi kita akan melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester Ganjil,” tegasnya dengan nada penuh perhatian.
Ia menambahkan, kebiasaan bergadang tidak hanya berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar, tetapi juga menjauhkan siswa dari kewajiban spiritual seperti membaca Alquran dan melaksanakan ibadah dengan khusyuk. Hj. Elya mengajak seluruh siswa untuk lebih bijak mengelola waktu dan memprioritaskan aktivitas yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Para siswa tampak antusias mengikuti upacara dan mendengarkan amanat pembina. Beberapa siswa terlihat mengangguk memahami pesan yang disampaikan, terutama ketika pembina menyinggung tentang pentingnya disiplin waktu dan meninggalkan kebiasaan bergadang.
Elya berharap seluruh siswa MTsN 1 HSU dapat mengimplementasikan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat, sehingga dapat menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia.
Kegiatan upacara bendera berlangsung hikmat dan tertib, ditutup dengan tekad bersama untuk menjadikan madrasah sebagai wadah pembentukan generasi Indonesia yang hebat, berkarakter, dan berprestasi. (Rep/Ft: Masitah)
