MTsN 1 HSU Gelar Pesantren Ramadan, Perkuat Pemahaman Al-Qur'an dan Cegah Bullying di Kalangan Siswa

Amuntai –MTsN 1 HSU – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadan pada Rabu, 04 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga tanggal 06 Maret 2026 ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, beserta para Wali Kelas dan Dewan Guru selaku Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Pesantren Ramadan ini dirancang sebagai wahana pembinaan karakter dan peningkatan kualitas keagamaan siswa di tengah bulan suci.

Kegiatan hari pertama dibagi menjadi dua sesi yang berlangsung di dua lokasi berbeda. Sesi pertama mengenai Fahmil Qur’an dan bahaya Bullying digelar di Pendopo madrasah, dipandu oleh Abd. Basid dan Nurul Isnaniah. Sesi kedua berupa Praktik Ibadah dilaksanakan di Ruang Mushola, dibimbing langsung oleh Kepala Madrasah (Kamad) Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., bersama H. Aziz selaku Guru Pembina Ibadah.

Kepala Madrasah Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa Pesantren Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan program strategis dalam membentuk generasi madrasah yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. “Kami ingin Ramadan tahun ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa, baik dari sisi spiritual maupun perilaku sosial mereka di lingkungan madrasah. Fahmil Qur’an melatih kecintaan terhadap Al-Qur’an, sementara materi anti-bullying mengajarkan mereka untuk saling menghormati dan melindungi satu sama lain,” ujar Mujiburrahman kepada tim humas madrasah.

Dalam sesi Fahmil Qur’an dan Bullying, Abd. Basid mengajak peserta menggali pemahaman mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an melalui metode interaktif dan diskusi kelompok. Nurul Isnaniah kemudian memperkuat sesi tersebut dengan pemaparan tentang dampak destruktif bullying, baik secara psikologis maupun sosial, yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap segmen pembahasan yang disajikan secara lugas namun menyentuh.

Abd. Basid, selaku pemateri Fahmil Qur’an, menyampaikan bahwa pemahaman terhadap Al-Qur’an harus menjadi pondasi utama dalam kehidupan siswa. “Al-Qur’an adalah panduan hidup. Jika anak-anak kita memahami dan mengamalkannya sejak dini, insya Allah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan jauh dari perilaku menyimpang seperti bullying,” tuturnya di hadapan ratusan siswa yang memadati Pendopo madrasah.

Sementara itu, sesi Praktik Ibadah yang dilaksanakan di Ruang Mushola berjalan dengan khidmat. Mujiburrahman bersama H. Aziz membimbing para siswa dalam mempraktikkan tata cara ibadah yang benar, mulai dari bacaan shalat, gerakan, hingga pemahaman tentang ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadan. Sesi ini menekankan aspek praktis, bukan sekadar teori, agar siswa benar-benar mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terasa nyata. Nadiatul Jannah, siswi kelas VIII B, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru dari kegiatan ini. “Saya jadi lebih paham cara ibadah yang benar dan sadar bahwa bullying itu bisa menyakiti hati teman-teman kita. Pesantren Ramadan ini benar-benar bermanfaat dan saya harap bisa terus ada setiap tahun,” ungkapnya dengan penuh semangat usai mengikuti sesi pertama.

Kegiatan Pesantren Ramadan MTsN 1 HSU ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh dengan rangkaian materi yang semakin beragam. Pihak madrasah berharap, melalui program ini, seluruh siswa dapat memaknai Ramadan secara utuh — tidak hanya sebagai bulan puasa, tetapi sebagai momentum pembentukan karakter, penguatan iman, dan peningkatan kualitas ibadah yang berkelanjutan. Ke depan, MTsN 1 HSU berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pendidikan keagamaan yang inovatif dan relevan demi mencetak generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.  (Rep/Ft: Masitah)