Tegakkan Tata Tertib, Madrasah Gelar "Salon Gratis" untuk Siswa Berambut Panjang

Amuntai, MTsN 1 HSU— Dalam upaya menegakkan kedisiplinan dan tata tertib sekolah, pihak madrasah mengambil langkah unik sekaligus humanis dengan menggelar layanan potong rambut gratis bagi siswa laki-laki yang rambutnya belum memenuhi standar aturan yang berlaku. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (10/4/2026), bertempat di depan ruang kelas.

Sejumlah siswa laki-laki yang diketahui masih berambut panjang dikumpulkan terlebih dahulu untuk mendapatkan pembinaan dan nasihat terkait pentingnya mematuhi tata tertib madrasah, khususnya aturan mengenai kerapian rambut. Setelah sesi pembinaan, para siswa tersebut langsung mendapatkan layanan potong rambut di tempat tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Proses pemotongan rambut dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan, Ahmad Makky, S.Pd., yang dibantu oleh salah satu tenaga pendidik, Ahmad Yani, S.Pd. Keduanya bergantian menggunting rambut para siswa hingga sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan madrasah.

Ahmad Makky menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tindakan penertiban, melainkan juga bentuk kepedulian madrasah terhadap siswa agar tidak terbebani secara ekonomi hanya karena urusan kerapian penampilan.

“Kami tidak ingin siswa merasa dihukum. Justru kami ingin menunjukkan bahwa madrasah hadir untuk membantu. Dengan menyediakan layanan potong rambut gratis, kami berharap tidak ada lagi alasan bagi siswa untuk tidak mematuhi aturan terkait rambut. Disiplin itu dibangun dari kesadaran, bukan ketakutan,” ujar Ahmad Makky.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa berpotensi dilaksanakan kembali secara berkala jika masih ditemukan pelanggaran tata tertib serupa di lingkungan madrasah.

Salah satu siswa yang menerima layanan potong rambut gratis tersebut, Ahmad Amin Badali dari kelas VIII C, mengaku awalnya merasa canggung. Namun ia menilai tindakan pihak madrasah tersebut sangat positif dan tidak membuatnya merasa dipermalukan.

“Awalnya agak malu, tapi ternyata Bapak-Bapak guru baik dan tidak memarahi kami. Malah dikasih potong rambut gratis. Sekarang sudah rapi dan saya jadi lebih semangat masuk sekolah,” kata Badali dengan senyum.

Langkah inovatif yang diambil pihak madrasah ini mendapat respons positif dari lingkungan sekolah. Pendekatan persuasif yang dikombinasikan dengan tindakan nyata ini dinilai lebih efektif dalam membangun karakter disiplin siswa dibandingkan sekadar memberikan sanksi atau peringatan tertulis.

Ke depannya, madrasah berharap seluruh siswa semakin sadar akan pentingnya mematuhi tata tertib sebagai bagian dari pembentukan kepribadian yang baik, tidak hanya selama berada di lingkungan madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (Rep/Ft: Masitah)