
Amuntai — MTsN 1 HSU — Kabar membanggakan datang dari dua siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU). Zahra Munifa Afifah dari kelas VII A dan Zakiyah dari kelas VIII A berhasil lolos tahap seleksi online dan masuk dalam 30 besar peserta yang berhak melaju ke babak offline Lomba Resensi Buku Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Keduanya kini bersiap untuk tampil langsung di hadapan dewan juri pada tahap presentasi yang akan digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan pada 12 Mei 2026. Sabtu (9/5/2026)
Pencapaian ini bukanlah hal yang datang dengan mudah. Pada tahap online, seluruh peserta diharuskan mengirimkan video resensi buku yang diunggah ke platform YouTube untuk dinilai oleh dewan juri. Persaingan berlangsung ketat mengingat peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Selatan. Keberhasilan Zahra dan Zakiyah menembus 30 besar membuktikan bahwa kualitas persiapan dan kesungguhan keduanya dalam berlatih telah membuahkan hasil yang menggembirakan.
Lolosnya kedua siswi ini menjadi prestasi tersendiri bagi MTsN 1 HSU, mengingat keduanya harus bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan. Kini tantangan berikutnya telah menanti, yakni babak offline yang menuntut kemampuan presentasi secara langsung di hadapan juri dengan penuh percaya diri dan penguasaan materi yang matang.
Kepala Madrasah, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menyambut kabar baik ini dengan penuh syukur dan semangat.
“Alhamdulillah, ini adalah kabar yang luar biasa. Lolos ke 30 besar di tingkat provinsi bukanlah pencapaian yang kecil. Ini membuktikan bahwa kerja keras Zahra, Zakiyah, dan Bu Agustina selama ini tidak sia-sia. Kami berharap keduanya tampil maksimal di babak offline dan terus mengharumkan nama MTsN 1 HSU,” ujar Mujiburrahman.
Pembina lomba, Agustina Fatmawati, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur sekaligus semakin mempersiapkan kedua anak didiknya secara lebih intensif menjelang babak offline.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur keduanya lolos. Sekarang fokus kami adalah mempersiapkan mereka untuk tampil di hadapan juri secara langsung. Presentasi offline tentu berbeda tantangannya dibanding mengirim video. Kami akan terus berlatih agar Zahra dan Zakiyah bisa tampil percaya diri dan memberikan yang terbaik pada 12 Mei nanti,” ungkap Agustina.
Zahra sendiri mengaku tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini, mengingat pengalamannya yang sebelumnya belum berhasil meraih juara di tingkat kabupaten.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan tidak menyangka bisa lolos sampai tahap ini. Ini membuat saya semakin semangat untuk membuktikan diri di babak offline. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Zahra.
Dengan lolosnya Zahra dan Zakiyah ke babak offline, MTsN 1 HSU kini menaruh harapan besar agar keduanya dapat bersaing sekuat tenaga dan meraih hasil terbaik pada 12 Mei mendatang. Apapun hasilnya, perjalanan kedua siswi ini telah menjadi inspirasi nyata bagi seluruh warga madrasah bahwa ketekunan, keberanian untuk bangkit dari kegagalan, dan semangat pantang menyerah adalah kunci untuk meraih mimpi yang lebih besar. (Rep/Ft: Masitah)
