
Amuntai, HSU — Suasana khidmat menyelimuti halaman MTsN 1 Hulu Sungai Utara pada Senin (11/5/2026) pagi. Di tengah barisan rapi seluruh warga madrasah, Rahmita, S.Ag, guru Bahasa Arab sekaligus Pembina Tahfizh, tampil sebagai Pembina Upacara dan menyampaikan amanat yang menyentuh hati tentang pentingnya menjaga marwah sebagai seorang siswa. Pesan moral yang beliau sampaikan menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan upacara bendera rutin pagi itu, dan disambut dengan keheningan penuh perhatian oleh seluruh peserta upacara.
Upacara bendera merupakan kegiatan rutin mingguan yang wajib dilaksanakan di lingkungan madrasah sebagai sarana pembinaan kedisiplinan, nasionalisme, dan pembentukan karakter siswa. Momen amanat pembina upacara menjadi salah satu bagian paling strategis dalam kegiatan ini, karena di sinilah nilai-nilai kehidupan, etika, dan moral dapat disampaikan secara langsung kepada seluruh siswa dalam suasana yang formal namun penuh kekhidmatan. Rahmita, S.Ag memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan yang dinilai sangat relevan dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi generasi pelajar saat ini.
Dalam amanatnya, Rahmita menekankan bahwa marwah seorang siswa bukan sekadar soal penampilan atau prestasi semata, melainkan tercermin dari akhlak, tutur kata, sikap keseharian, serta cara seorang pelajar membawa dirinya di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat. Ia mengingatkan para siswa bahwa seragam yang mereka kenakan bukan hanya identitas pribadi, melainkan juga representasi dari nama besar madrasah, keluarga, dan nilai-nilai Islam yang selama ini mereka pelajari. Menjaga marwah, tegasnya, adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap pelajar madrasah di mana pun mereka berada.
“Kalian adalah cerminan dari madrasah ini. Ketika kalian berada di luar, sikap dan perilaku kalian adalah wajah MTsN 1 HSU di mata masyarakat. Maka jagalah marwah kalian sebagai pelajar madrasah, bukan hanya saat di dalam kelas atau di hadapan guru, tetapi di setiap langkah dan setiap situasi. Siswa yang bermartabat bukan hanya yang pintar, tetapi yang mampu menunjukkan akhlak mulia dalam setiap keadaan,” tegas Rahmita di hadapan seluruh peserta upacara.
Pesan tersebut disampaikan dengan penuh ketulusan dan wibawa, mencerminkan peran ganda Rahmita sebagai pendidik bahasa sekaligus pembina spiritual melalui program Tahfizh yang ia asuh di madrasah. Amanat yang beliau sampaikan tidak hanya menyentuh aspek perilaku lahiriah, tetapi juga menggugah kesadaran batin para siswa untuk senantiasa menjaga integritas diri sebagai pelajar yang berilmu dan berakhlak. Tidak sedikit siswa yang tampak mengangguk-angguk dan mendengarkan dengan seksama setiap kata yang disampaikan.
Melalui amanat upacara seperti ini, MTsN 1 HSU berharap pesan-pesan moral yang disampaikan para guru tidak berhenti di halaman madrasah saja, tetapi benar-benar meresap ke dalam kesadaran dan perilaku nyata para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah meyakini bahwa pembinaan karakter yang konsisten dan berkesinambungan, baik melalui pembelajaran di kelas maupun momen-momen seperti upacara bendera, adalah kunci dalam mencetak generasi pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam jati diri, mulia dalam akhlak, dan tinggi dalam marwah sebagai pelajar madrasah. (Rep/Ft: Masitah)
