
Amuntai, HSU — Duka menyelimuti keluarga besar MTsN 1 Hulu Sungai Utara pada Selasa (12/5/2026). Ibunda dari Sumiannor, S.Sos., staf Tata Usaha madrasah, telah berpulang ke rahmatullah. Merespons kabar duka tersebut, seluruh siswa bersama para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) MTsN 1 HSU bergerak bersama menuju rumah duka di Desa Pangkalan Sari untuk menyampaikan ta’ziah sekaligus membacakan Yasin dan Tahlil sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan duka cita yang tulus dari seluruh warga madrasah.
Ta’ziah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, yakni mengunjungi keluarga yang sedang ditimpa musibah kematian sebagai wujud empati, solidaritas, dan penghiburan bagi yang ditinggalkan. Bagi MTsN 1 HSU, kehadiran seluruh warga madrasah — baik siswa maupun PTK — dalam momen duka seperti ini bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari upaya nyata menanamkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini. Madrasah ingin mengajarkan bahwa kebersamaan bukan hanya hadir di saat suka, tetapi justru semakin bermakna ketika dihadirkan di saat duka.
Rombongan siswa dan PTK tiba di kediaman Sumiannor di Desa Pangkalan Sari dan disambut oleh keluarga almarhimah dengan penuh haru. Suasana khidmat langsung terasa ketika para hadirin duduk bersimpuh memenuhi ruangan rumah duka. Pembacaan Surah Yasin kemudian dikumandangkan bersama-sama, dilanjutkan dengan rangkaian tahlil yang dipimpin langsung oleh Saifudin, S.Pd.I, selaku Plt. Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 1 HSU. Lantunan zikir dan doa mengalun khusyuk, mengiringi kepergian ibunda Sumiannor dengan penuh kemuliaan dan kehangatan kebersamaan.
Kepala MTsN 1 HSU, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran seluruh warga madrasah dalam momen ini merupakan cerminan dari nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di lingkungan MTsN 1 HSU. “Kita adalah keluarga besar. Ketika salah satu anggota keluarga kita berduka, kita semua merasakan kedukaan itu. Kehadiran kita di sini hari ini adalah bukti bahwa ukhuwah di MTsN 1 HSU bukan hanya slogan, tetapi benar-benar kita wujudkan dalam tindakan nyata. Semoga kehadiran kita memberi sedikit ketenangan bagi Pak Sumiannor dan keluarga,” ujar Mujiburrahman.
Saifudin, S.Pd.I, yang memimpin langsung prosesi pembacaan Yasin dan Tahlil, mengungkapkan bahwa kegiatan ta’ziah bersama ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar kunjungan belasungkawa. “Ini adalah pendidikan karakter yang sesungguhnya. Ketika para siswa hadir, duduk bersama, dan ikut membacakan Yasin dan Tahlil untuk orang yang telah wafat, mereka sedang belajar tentang kematian, tentang kepedulian, dan tentang arti sebuah kebersamaan dalam Islam. Semoga amal ibadah kita hari ini diterima Allah SWT dan menjadi penghibur bagi keluarga yang ditinggalkan,” tutur Saifudin dengan suara haru.
Sumiannor, S.Sos., yang menerima kedatangan rombongan madrasah, tampak tak kuasa menahan air mata menyaksikan ratusan siswa dan rekan-rekan kerjanya hadir di rumah duka. “Saya sangat terharu dan tidak menyangka siswa-siswa dan teman-teman semua mau datang jauh-jauh ke sini. Ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Terima kasih sudah mendoakan ibu saya. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya dengan berlipat ganda,” ucapnya lirih di tengah derai air mata.
Kegiatan ta’ziah bersama ini ditutup dengan doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh keluarga MTsN 1 HSU yang hadir, memohon kepada Allah SWT agar almarhimah diterima di sisi-Nya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat yang paling mulia. MTsN 1 HSU berharap momen ini tidak hanya menjadi penghibur bagi keluarga yang berduka, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi para siswa tentang pentingnya menjaga tali persaudaraan, merawat kepedulian terhadap sesama, dan menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata di luar batas dinding kelas. (Rep/Ft: Masitah)
