
Amuntai — MTsN 1 HSU — Perjuangan panjang Zahra Munifa Afifah akhirnya berbuah manis. Siswi kelas VII A Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut berhasil meraih Juara 1 pada babak offline Lomba Resensi Buku Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (12/5/2026). Pencapaian gemilang ini sekaligus menjadi pembuktian luar biasa bagi Zahra yang sebelumnya belum pernah meraih juara pada ajang serupa di tingkat kabupaten.
Pada babak offline tersebut, Zahra tampil dengan penuh percaya diri di hadapan dewan juri. Ia mempresentasikan resensi atas buku berjudul Secret Assunah karya Tri Lyagustina secara langsung dengan penguasaan materi yang matang, penyampaian yang runtut, serta ekspresi yang meyakinkan. Kemampuannya dalam mengupas isi dan pesan buku tersebut secara kritis dan mendalam membuat penampilannya terbilang menonjol di antara 30 besar peserta terbaik yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Selatan. Dewan juri pun memberikan pujian atas kualitas presentasi yang ditampilkan Zahra, menilai bahwa kemampuannya dalam mengulas buku secara kritis dan menyampaikannya dengan lugas jauh melampaui usianya yang masih duduk di kelas VII.
Rekan satu madrasahnya, Zakiyah dari kelas VIII A, juga tampil dengan sepenuh hati pada kesempatan yang sama. Kehadiran keduanya dalam babak offline ini membuktikan bahwa MTsN 1 HSU mampu mengirimkan peserta yang benar-benar berkualitas dan siap bersaing di level provinsi.
Kepala Madrasah, Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menyambut kabar membanggakan ini dengan penuh syukur dan haru.
“Alhamdulillah, luar biasa. Zahra telah membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Ia pernah belum berhasil di tingkat kabupaten, tetapi ia tidak menyerah. Ia bangkit, berlatih lebih keras, dan hari ini ia berdiri sebagai juara pertama di tingkat provinsi. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah selalu menemukan jalannya,” ujar Mujiburrahman dengan bangga.
Pembina lomba, Agustina Fatmawati, S.Pd., M.Pd., mengaku terharu menyaksikan kerja keras anak didiknya berbuah hasil yang luar biasa.
“Saya sangat terharu dan bangga. Zahra sudah berlatih dengan sangat keras. Pujian dari dewan juri itu bukan datang begitu saja — itu adalah hasil dari proses panjang yang penuh dedikasi. Saya juga bangga dengan Zakiyah yang sudah tampil sebaik mungkin. Keduanya adalah kebanggaan MTsN 1 HSU,” ungkap Agustina.
Zahra sendiri mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat namanya diumumkan sebagai juara pertama.
“Saya tidak bisa berkata-kata waktu nama saya dipanggil sebagai juara satu. Saya langsung teringat waktu saya belum berhasil di tingkat kabupaten dulu. Ternyata itu bukan kegagalan, tapi pelajaran. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada ibu pembina dan seluruh bapak ibu guru yang selalu mendukung saya,” ujar Zahra dengan mata berkaca-kaca.
Prestasi yang ditorehkan Zahra Munifa Afifah melalui resensinya atas buku Secret Assunah karya Tri Lyagustina ini menjadi salah satu capaian paling membanggakan yang pernah diraih MTsN 1 HSU di kancah lomba tingkat provinsi. Kini, madrasah berharap semangat dan perjalanan inspiratif Zahra dapat menjadi cermin bagi seluruh siswa MTsN 1 HSU — bahwa setiap kegagalan adalah batu loncatan, dan setiap mimpi layak untuk diperjuangkan hingga akhir. (Rep/Ft: Masitah)
