Guru IPS MTsN 1 HSU Ajak Siswa Kelas VII D Kunjungi Candi Agung Amuntai

Hulu Sungai Utara, MTsN 1 HSU — Memanfaatkan waktu luang di penghujung tahun ajaran, Guru IPS MTsN 1 Hulu Sungai Utara (HSU), Saudah, S.Pd.I., mengajak 17 siswa kelas VII D mengunjungi situs warisan budaya Candi Agung Amuntai, Kamis (11/6/2026) pagi. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WITA dan menjelajahi kawasan situs bersejarah tersebut dengan penuh antusias.Kunjungan ini dilaksanakan di tengah jeda kegiatan akademik, di mana seluruh rangkaian ujian Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) beserta masa remedial bagi siswa kelas VII dan VIII telah selesai dilaksanakan. Para siswa kini tengah menunggu jadwal pembagian rapor, sehingga waktu ini dinilai tepat untuk diisi dengan kegiatan yang tetap bernilai edukatif.

Sebagai guru IPS sekaligus wali kelas VII D, Saudah, S.Pd.I., merancang kunjungan ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual di luar kelas. Candi Agung Amuntai dipilih karena memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi serta relevansinya langsung dengan materi IPS yang telah dipelajari siswa, khususnya mengenai peninggalan sejarah dan kebudayaan masyarakat lokal. Melalui kunjungan langsung, siswa diharapkan tidak hanya memahami sejarah dari buku teks semata, melainkan juga merasakan dan menghayati warisan leluhur secara nyata.“Belajar IPS tidak harus selalu di dalam kelas. Dengan mengunjungi langsung situs bersejarah seperti Candi Agung ini, anak-anak bisa melihat dan merasakan sendiri bagaimana peninggalan nenek moyang kita begitu berharga. Saya berharap pengalaman ini bisa menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap sejarah dan budaya daerah kita sendiri,” ujar Saudah.

Candi Agung Amuntai merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Negaradipa yang berdiri pada abad ke-14 dan menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Hulu Sungai Utara. Keberadaan situs ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban masyarakat Banjar di wilayah tersebut, sehingga sangat relevan dijadikan sebagai sumber belajar langsung bagi generasi muda.

Selama kunjungan, para siswa tampak antusias mengamati setiap sudut situs, mendengarkan penjelasan, serta berdiskusi mengenai nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Suasana belajar yang berbeda dari biasanya membuat para siswa terlihat lebih bersemangat dan terlibat aktif.Salah satu siswa yang turut serta,

Maisyarah, mengungkapkan kesan mendalam dari kunjungan tersebut.“Seru sekali bisa langsung melihat Candi Agung dari dekat. Selama ini saya hanya tahu dari buku pelajaran saja, tapi sekarang bisa lihat sendiri dan jadi lebih paham betapa tuanya peninggalan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan lagi,” kata Maisyarah dengan wajah berbinar.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Pihak madrasah pun berharap kunjungan edukatif semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi kelas-kelas lain untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis lingkungan dan budaya lokal dalam kegiatan belajar mengajar ke depannya. .(Rep/Ft: Masitah)