
Hulu Sungai Utara, MTsN 1 HSU — Panitia Program Keagamaan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Kepala Madrasah (Kamad) Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menggelar rapat perancangan angket kegiatan keagamaan siswa, Senin (15/6/2026). Rapat tersebut berlangsung di ruang Kamad.
Rapat ini dipimpin oleh Ahmad Makky, S.Pd.I, selaku ketua panitia, dengan anggota yang terdiri dari 8 guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu para guru Fikih, Akidah Akhlak, Qur’an Hadis, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Dalam pertemuan tersebut, panitia merumuskan format angket yang akan diisi oleh siswa untuk memantau pelaksanaan ibadah harian selama libur akhir Tahun Pelajaran 2025/2026.
Angket yang dirancang mencakup sejumlah kegiatan keagamaan harian, seperti pelaksanaan sholat berjamaah, sholat sunah, azan, membaca Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan lainnya yang dapat dilakukan siswa di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar nilai-nilai keagamaan yang telah diajarkan di madrasah dapat tetap diamalkan siswa selama masa libur, sehingga kebiasaan beribadah tidak terputus meskipun siswa tidak berada di lingkungan sekolah. Melalui angket ini, madrasah berharap dapat memantau sejauh mana kedisiplinan ibadah siswa di luar jam pelajaran, sekaligus menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab pribadi siswa dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
Kamad Mujiburrahman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter religius siswa secara berkelanjutan.
“Libur akhir tahun pelajaran jangan sampai membuat kebiasaan baik siswa dalam beribadah menjadi kendor. Melalui angket ini, kami ingin memastikan bahwa pembinaan akhlak dan ibadah siswa tetap berjalan, meskipun mereka sedang berada di rumah bersama keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Makky, S.Pd.I, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa angket ini nantinya akan dibagikan kepada siswa sebelum libur dimulai dan dikumpulkan kembali setelah masuk sekolah.
“Angket ini dirancang sesederhana mungkin agar mudah diisi oleh siswa setiap harinya. Kami berharap dengan adanya angket ini, siswa dapat lebih disiplin dalam menjalankan ibadah harian, dan orang tua juga bisa ikut memantau serta membimbing anaknya selama di rumah,” katanya.
Hasil dari angket ini nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi madrasah dalam menyusun program keagamaan ke depan, sekaligus menjadi sarana komunikasi antara madrasah dan orang tua dalam membina kebiasaan ibadah siswa secara berkelanjutan. (Rep/Ft: Masitah)
