
Hulu Sungai Utara, MTsN 1 HSU — Rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) hari ketiga di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Hulu Sungai Utara (HSU) diwarnai dengan kegiatan gotong royong membersihkan ruang kelas serta praktik langsung penanaman bibit terong dan cabe oleh murid baru, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi dari materi ASRI dan Ekoteologi yang disampaikan pada rangkaian MATAMUDA tahun ajaran 2026/2027.
Sebelum melaksanakan kegiatan tanam, murid baru terlebih dahulu diajak melaksanakan senam pagi dan bergotong royong membersihkan ruang kelas masing-masing. Kegiatan bersih-bersih ini meliputi menyapu lantai, merapikan meja dan kursi, membersihkan papan tulis, hingga menata kebersihan sudut-sudut kelas agar terlihat rapi dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Usai gotong royong membersihkan kelas, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit secara berkelompok di taman yang berada tepat di depan teras kelas masing-masing rombongan belajar (rombel). Bibit terong dan cabe beserta lahan tanam telah disiapkan sepenuhnya oleh pihak madrasah, sehingga murid baru tinggal mempraktikkan langsung teknik penanaman yang benar sesuai arahan pemateri.
Kedua kegiatan ini dipandu langsung oleh Ahmad Yani, S.Pd., yang menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum sekaligus bertindak sebagai pemateri untuk materi ASRI dan Ekoteologi. Setelah menyampaikan materi secara teori, Ahmad Yani mengajak murid baru bergotong royong membersihkan kelas terlebih dahulu, kemudian turun langsung ke taman untuk praktik menanam.
Tidak hanya menanam, setiap kelompok juga diberikan tanggung jawab untuk merawat bibit yang telah ditanam secara rutin setiap hari, mulai dari menyiram, membersihkan gulma, hingga memantau pertumbuhan tanaman hingga siap panen.
Ahmad Yani menjelaskan, rangkaian kegiatan gotong royong dan menanam ini bertujuan menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada murid baru melalui pendekatan ekoteologi, yakni memahami hubungan antara menjaga lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Materi ASRI dan Ekoteologi ini kami hadirkan agar anak-anak tidak hanya paham secara teori bahwa menjaga lingkungan itu penting, tetapi juga merasakan langsung prosesnya, mulai dari membersihkan kelas sendiri hingga menanam. Ekoteologi mengajarkan bahwa merawat alam dan lingkungan adalah bagian dari ibadah, karena bumi ini adalah amanah yang harus dijaga,” ujar Ahmad Yani.
Ia menambahkan, kegiatan gotong royong sekaligus tanggung jawab merawat tanaman secara rutin diharapkan dapat melatih kedisiplinan, kebersamaan, serta rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah sejak awal masuk sebagai murid baru.
“Melalui gotong royong, kami ingin melatih kekompakan dan kepedulian mereka terhadap kebersihan kelas yang akan mereka tempati selama tiga tahun ke depan. Begitu pula dengan menanam, jika dirawat dengan konsisten setiap hari, kami harap hasilnya bisa dipanen dan menjadi pembelajaran bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan membuahkan hasil,” tambahnya.
Salah satu murid baru, Fathurrahman dari kelas VII B, yang turut serta dalam kegiatan gotong royong dan menanam bersama kelompoknya, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang berkesan.
“Tadi kami bersih-bersih kelas dulu bersama teman-teman, setelah itu baru menanam terong dan cabe. Ini pengalaman pertama saya menanam langsung di sekolah seperti ini. Senang rasanya karena bisa belajar sambil praktik, dan nanti kami juga harus rutin menyiram dan merawatnya bersama teman kelompok. Semoga tanamannya bisa tumbuh subur dan berbuah banyak,” ucap Fathurrahman.
Melalui rangkaian kegiatan gotong royong dan menanam ini, MTsN 1 HSU berharap dapat membentuk karakter murid baru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar, sejalan dengan visi madrasah yang berwawasan ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). (Rep/Ft: Masitah)
